News

A Second Chance

God is good, and God never leaves His child alone. If He is not love me, this second chance will never happen in my life.

I hope I can give my best but still being myself, not underpressure and being someone else. I hope I can still focus on Him, my family, friends. I hope this love can be divided into a good portion between them. I hope my past can be a guru for my todays and future.

If something bad happen, I’ll make sure I will give myself into You. Not trying to quit or ruin it.
If conflict comes, I hope I can think the solution and not too emotional.

Yes, I’m afraid. But I believe this is my second chance He gives to me.
Yes, I’m afraid. But I will love him and commit myself.
Yes, I’m afraid. But I will keep my faith and let my Father surround & guide us.
Yes, I’m afraid. But I’m sure this second chance come to me because He loves me and I should love others in return.

Bekasi, 15 Februari 2021

Standard
News

TWO STARS

Hubungan 2 orang itu bukan hanya hubungan sendiri, melainkan berdua. Keduanya saling mencinta, dan keduanya harus saling usaha. Awalnya aku kira dia tidak berusaha, namun ternyata sama saja aku juga tidak berusaha. Awalnya aku kira dia hanya menunggu aku kesana. Namun ternyata di kemudian hari aku juga yang berkhianat dan tidak bisa berusaha untuk mempertahankan komitmen berdua. Awalnya aku kira aku tidak pantas, namun berjalannya waktu memang kita tidak sama dan tidak bisa saling bersama.

Sudah hampir 2 tahun sejak perpisahan. Perlahan tapi pasti semua sudah hilang dan sudah direlakan. Mencoba membuka lagi, tapi kenyataannya semua memori yang tercatat sudah lenyap. Ada perasaan lega, ada perasaan tenang. Meskipun memori dalam otak belum semuanya hilang, tapi perlahan bisa tergantikan.

Buku sudah tertutup. Lembaran baru sudah terbentang dan siap untuk dikisahkan. Tinta pena hitam tidak tahan untuk digunakan. Menuliskan tentang asa. Aku berjalan dengan mimpiku sendiri. Dia berjalan dengan mimpinya sendiri. Aku sudah tidak lagi mengenalnya, mengetahui perkembangan mimpi-mimpinya. Namun aku tahu pasti tentang apa mimpiku. Tentang hal-hal yang mungkin tidak bisa aku capai jika bersama. Tuts putih hitam menunggu, melodi-melodi itu tidak tahan untuk menari menjelajahi 5 garis paranda. Dengan tanda titik, flat, sharp dan key-key yang meminta untuk ditentukan.

Terimakasih untuk semuanya. Kalau mungkin dia membacanya, akan aku katakan :

“Kisahmu dan kisahku tetap berharga. Tapi kita sama-sama tahu, kita tidak ditakdirkan bersama. Bagai dua bintang yang sama-sama terang namun tidak membentuk sebuah rasi. Kita bisa menjadi terang, namun tidak berhubungan. Turut berbahagia untuk masa depan yang cerah. Aku percaya, kamu bisa, pun aku juga bisa. Kalau berkenan, mari saling mendoakan.”

Karena aku dan dia bukanlah bulan dan bintang yang saling beriringan. Aku dan dia adalah dua bintang yang pada waktunya akan bertemu dan akan berpisah. Kata “selamat tinggal, semoga selamat sampai tujuan”, adalah kata yang tepat untuk saling diucapkan.

Selamat tinggal, semoga selamat sampai tujuan.

Standard
random

Catatan Desember

Hati yang lapang, penuh syukur, menerima segala yang ada
Bukan lonjakan emosi, tetapi konsistensi
Ketenangan dan keteguhan
Pasrah dan percaya

Bukan untuk orang lain
Tanpa ikatan
Namun untuk penyelenggaraan-Nya
Saat khawatir adalah saat untuk berpasrah pada-Nya
Percaya pada diri sendiri, percaya pada jiwa, percaya pada kehendak-Nya

Bertekun untuk bertobat
Disiplin dan tidak malas

Malas adalah biang masalah
Menunda adalah biang penyesalan

Belajar dari sebuah cerita
Memperbaiki kekelaman
Melangkah ke depan
Memperbaiki yang dahulu

Ia ada di dalam diri
Yang disebut hati nurani, jiwa
Gemetar karena selama ini membohonginya
Gemetar karena selama ini tidak mendengarkannya

Lakukan panggilan
Bertekun
Bekerja keras
Tutup telinga dari yang menyakitkan
Fokus, percaya. mengimani

Desember ini akan menjadi penutup
Untuk raga yang mau berkoordinasi dengan jiwa
Untuk seluruh pancaindra yang mewakili hati nuraninya
Untuk sekeliling yang turut bekerjasama

Matahari adalah pusat segala
Bumi dan planet lain yang mengitarinya
Galaksi Bimasakti dan Galaksi lainnya
Bergerak
Terus bergerak
Menghidupi satuan hari menurut ukurannya
Melakukan rutinitas namun menghargainya

Catatan Desember,
Biarlah kekal dan terwujudnyata.

Bekasi,
27 Desember 2020
Ditulis sambil mendengarkan Requiem: Pie Jesu – John Rutter

Standard
random

At Peace

Salah satu hal yang bikin nangis ga karuan minggu kemarin adalah kata-kata ibuk, “hidup itu selalu punya masalah, tergantung kita menghadapi dan menyelesaikannya dan minta pertolongan pada Tuhan.”

Aku pengen banget hidup damai, tenang, bebas. Aku benci banget keributan, aku benci banget kerusuhan. Aku benci yang namanya debat. Aku, selalu, menghindar.

Tapi akhir-akhir ini, aku selalu ketemu sama masalah. Masalah dari yang sepele, sampai yang besar. Ga ada selesainya. Trus waktu ibuk bilang kayak gitu, aku langsung nangis banget ga berhenti-berhenti. Ternyata hidup di dunia manusia emang serusuh itu ya, se-ga damai itu ya, se-berisik itu ya.

Di hari itu aku mikir, dan emang bener juga. Akhir-akhir ini aku lagi nonton The Mandalorian & Marvel’s Agent of S.H.I.E.L.D. Tiap liat mereka, rasanya hidupnya gitu-gitu doang. Tiap episodenya ya kerjaannya cuma dateng ke suatu tempat, trus ada masalah, tapi ya bisa selesai, walaupun habis itu di endingnya ada masalah lagi. Anjr*t kapan endingnya. Tapi ya mungkin emang kayak gitu. Bedanya, mereka semua punya kompetensi yang mumpuni, sehingga tiap masalah yang ada, mereka selalu bisa menghadapi dan mereka selalu fokus sama solusi.

Jadi intinya, nangis bentar gapapa, neng. Hidup ini selalu punya masalah emang adalah sebuah realita. Tinggal kita menghadapi dan menyelesaikannya gimana. Sama seperti kebahagiaan itu bukan ada di luar tapi di dalam, begitu pula dengam kedamaian itu juga bukan ada di luar, melainkan ada di dalam.

Namaste 🙏

Standard