News

5 1/2 Ciri Roh Jahat

1. Kesedihan

Roh jahat muncul ketika kita merasa sedih dan kesedihan tersebut membuat kita tidak maju dalam kehidupannya. Misalnya saja ketika kita kehilangan barang kita yang paling penting sekalipun. Roh jahat membuat kita bersedih karena kehilangan barang itu. Merasa bahwa tanpa barang itu hidupnya tidak berarti apa-apa. Hal ini menghambat kita untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih penting.

2. Keraguan yang tidak tepat

Ga jarang banyak orang yang ragu-ragu terhadap apa yang udah dipilihnya. Gagasan tersebut datang dari roh jahat. Contoh saja, seorang siswa yang hendak memilih jurusan kuliahnya nanti. Ia masih ragu-ragu memilih jurusan apa. Dia tidak yakin dengan kemampuannya sendiri.

3. Hambatan

Roh jahat muncul membuat kita menjadi terhambat dalam melakukan hal-hal yang baik. Roh jahat berkata kepada seseorang yang hendak menolong orang lain jatuh kecelakaan, Continue reading

Standard
Literature, poetry

Kenalanku

Oh… Kenalanku…

Di kulkas ini masih kusimpan senyum bibirmu

Di kulkas ini masih kusimpan wajah merah marunmu

Ketika aku selesai mengucapkan “I love you”

hihihi

Oh… Kenalanku

Di kulkas ini masih kusimpan deru mesin mobilku

ketika aku cium keningmu

Di kulkas ini, ohh kenalanku

Kusimpan kenangan indah 3 jam bersama sorot-sorot lampu

yang terpampang di etalase-etalase toko

Oh.. kenalanku…

Continue reading

Standard
Cerita Lawas, Literature

Awal tanpa Akhir

kalungJakarta, Februari 2004

Ketika liburan panjang tiba, sang adik yang jauh-jauh dari Kota Pelajar, Yogyakarta, datang ke rumah kakaknya dan terjadilah sedikit perbincangan dalam pertemuan singkat itu.

“Dek, ini aku kasih. Dirawat baik-baik ya, nanti kalau kita ketemu lagi Mas kasi temennya ini.”

Sang adik hanya terdiam memandangi rantai kalung tersebut. Hanya rantainya. Tak ada bandul yang menghiasi. Terlihat sangat kosong dan membosankan, tetapi sang adik langsung bergairah. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan merawat baik-baik kalung pemberian kakaknya. Ia ingin rantai kalung itu segera bertemu dengan temannya sama seperti Ia yang ingin segera bertemu kakaknya lagi, di lain kesempatan.

***

Jakarta, September 2005

Liburan datang lagi, kali ini merayakan lebaran bagi seluruh umat muslim. Sang kakak sudah tidak sabar untuk bertemu adiknya. Continue reading

Standard