Review Film

Rise of The Guardians dan Kepercayaan

Kepercayaan? Untuk bisa mempercayai seseorang itu susah-susah gampang. Demikian pula dengan cara membangun kepercayaan.

Hari ini saya menonton film Rise of The Guardians yang diproduseri oleh DreamWorks Animation. Film tersebut dirilis pada tanggal 21 November 2012. Baru tadi siang saya bisa menontonnya secara utuh. Hahahaha. Biasanya saya selalu ketinggalan beberapa segmen. 😛

Dalam film ini saya mendapatkan suatu nilai yang juga umum di masyarakat, yakni kepercayaan. Jack Frost adalah salah satu legenda di Eropa yang sebenarnya sejajar dengan Santa Claus, Sandyman, Tooth Fairy ataupun Easter Bunny. Namun Jack Frost ini kurang dikenal oleh masyarakat Eropa saat itu.

Lalu nilai apa yang saya dapatkan dari tokoh Jack Frost? Kepercayaan.

Ya. Kepercayaan. Awal mula, Jack Frost tidak bisa dilihat oleh anak-anak. Mengapa demikian? Karena anak-anak tidak percaya akan kehadiran Jack Frost. Sulit rasanya apabila kita tidak dipercayai orang. Kita tidak dilihat, tidak diperhatikan oleh orang-orang sekitar kita dan itu membuat kita menjadi kesal. Putus asa pun melanda.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Seperti yang terdapat dalam film Rise of The Guardians, kita harus menemukan inti diri kita, kelebihan kita. Apa  yang bisa kita tonjolkan dan hal tersebut sangatlah bermanfaat bagi masyarakat, wajib untuk dicari dan nantinya kita kembangkan terus. Dengan menemukan inti diri kita, orang-orang akan beralih pada kita, melihat kita, percaya kepada kita.

Memusuhi masyarakat, berdiam diri atau mengasingkan diri dari kehidupan sosial bukanlah solusi yang baik apabila kita tidak dipercayai orang lain. Memang sulit rasanya. Saya pun pernah mengalami hal demikian. Pernah suatu kali, saya baru saja membuat orang percaya pada saya, tetapi seolah-olah masyarakat tidak terima dan timbul permasalahan lagi yang menyebabkan kepercayaan terhadap saya hilang lagi. Saya kesal sekali dan akhirnya saya menghindari orang-orang yang tidak percaya pada saya. Tetapi semakin lama mereka semakin tidak peduli pada saya, saya pun juga tidak bisa cuek. Saya merasakan kekesalan yang mendalam atasnya.

Dengan menonton film ini saya menjadi tahu bahwa kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Kepercayaan itu harus dibangun dan secara konsisten kita pertahankan agar kepercayaan tersebut tidak runtuh dengan mudah. Menjaga kepribadian agar tetap sama memang sulit karena dunia pun selalu berubah-ubah keadaannya. Tetapi prinsip-prinsip yang kita miliki tetap harus sama sehingga orangpun tidak meleng apabila kita berubah, karena sejatinya prinsip yang kita pegang tetap sama.

Bisa dikatakan, membangun kepercayaan dilakukan dengan “pembuktian diri”. Menunjukkan bahwa “Inilah Saya”. “Saya tidak selalu begini.” ataupun “Saya bisa melakukan ini dan itu.”

Awalnya, anggaplah semua orang di dunia ini percaya  padamu. Apabila salah satu dari mereka cuek, bersikap cueklah juga sambil mengembangkan kemampuanmu dan kemudian membuktikan kepadanya bahwa kamu bisa dipercaya.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s