curhat

NGIDOL (2)

Nah kakaknya adalah RARA SEKAR LARASATI, idola kedua aku.
Dulu aku kurang melirik sih. Karena aku masih ngeliat karyanya aja. Dan antara isyana sama rara sekar, aku lebih suka yg karya nya isyana. Tapi makin kesini concern ku mulai ke arah kepribadian gitu, mungkin aku masih cari-cari jatidiri ya? Aku telat dewasa mungkin (?) hmmm. Trus kepoin deh rara sekar. Baca-baca blognya, daaan wow.

Yaaaa yang namanya proses itu indah ya. Seneng gitu ngliatnya dari dulu mbak rara sekar yang gitu-gitu aja. Standar laaaah. Sekarang pemikirannya udah mulai matang. Dan aku berasa masuk di dunianya. Wkwkwkw. Seneng tapi iri juga. Hahaha… yaaa lagi-lagi rumput tetangga lebih hijau. 😀 Dan congratulation akhirnya nikah jugaaaa. Pasangannya cocok, dan kadang bikin iri, tapi ngapain juga iri. Hahaha. Aku banyak belajar dari pasangan ini. Banyak belajar dari mbak Rara juga. Banyak buku-buku, quote, tokoh-tokoh, pemikiran-pemikiran yang baru aku tau dari baca blognya dia. Dia mungkin juga labil dulu. Pikiran manusia emang ga ada yang bersih, tapi mengapa harus munafik. Facta, non verba! 🙂 Thankyou Rara Sekar.

  1. GARDIKA GIGIH

Mas gigih ini musisi, komposer, kaya Mbak Isyan. Instrumen yang ia pegang yakni piano. Dia juga memainkan pianika. Dan dari mas gigih, yang kemudian berlanjut juga ke mba rara sekar, dan juga ada yang namanya Layur, aku belajar bahwa instrumen yang sepele itu juga punya peran dan kalo mo di niatin ga kalah mewahnya kok ama yang lain. Pianika, xylophone, dulu aku main pianika ya gitu-gitu doang, main melodi, pas SD ikut ansamble musik. Soalnya kalo chord itu ga kuat niupnya, eeheh. Tapi kalo mo explore sebenernya bisa bagus juga. Tidak hanya musik, semua alat/instrumen juga gitu. Kamera misalnya, antara kamera pocket sama kamera dslr kata orang lebih bagus dslr. Tapi kalo dipegang oleh orang yang tepat, hasil dari kamera pocket bisa lebih bagus daripada kamera dslr. Dengan catatan, ini ga pake filter-filter lho ya. No edit. Wkwkwkwk 😀 Trus ngedesain sesuatu juga. “duhhh aku ga ada sotosop, aku ga bisa dong desain gituan.” Tapi ada bahkan orang yang ngedesain pake powerpoint, dan hasilnya bagus, ga kalah ama PS CS6? Hayo loh. Jadi sekarang bukan alat yang utama, tapi orangnya lah yang utama. Alat itu cuma pendukung sih. Tapi balik lagi, tipe orang yang kaya gimana kamu? Telaten ga? Kalo telaten sih alat apa aja juga bisa. Wkwkwkw.

Kembali lagi, Mas Gigih ini jebolan anak De Britto, Jogja. Kalo aku baca-baca sih dulu pengenya di arsitektur gitu, tapi ternyata mas gigih ini lemah di masalah ruang atau gimana agak lupa, hehe. Trus akhirnya masuk ISI. Dia, bisa masuk ISI, ini pasti ga lepas dari andil orangtua. Ya to? Kalo orangtuanya ga bolehin mungkin bakal jadi lain cerita.

bersambung…

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s