curhat

Milih-milih Gaya Hidup

Kemarin-kemarin setelah gagal mencari pekerjaan berkali-kali aku rasanya capek banget. Makan selalu ga teratur dan rasanya pengen ngeluh aja. Hari ini aku ngeliat diri sendiri di cermin lagi, dan liat-liat instagram adek kelas yang aku ga inget dulu mukanya kayak gimana tapi sekarang udah jadi MUA. Padahal video di channel YouTube dia ga banyak tapi kok bisa dia jadi MUA untuk acara-acara yang didukung oleh media dan merk yang cukup ternama di Semarang kayak eminacosmetics dan TraxFM. Makin kuamat-amatin lagi muka anaknya kayaknya aku makin inget si anak ini dulunya kayak gimana. Sekarang style-nya udah lebih mewah. Lalu aku ingat-ingat lagi teman-teman yang lain yang aku kenal dari SMP-SMA yang udah lama ga ketemu, liat-liat di instagram mereka, kebanyakan mereka sudah punya style sendiri dan entahlah yang aku liat mereka ‘terlihat mewah’ dengan blouse bahan satin, atau bahan yang memberi kesan mengkilap.

Lalu kulihat-lihat lagi aku sendiri yang akhir-akhir ini juga menjadi berpakaian seperti itu karena harus wawancara kerja di sini di situ. Pakaian jadi sangat formal dan sangat ‘bisnis’. Aku merasa aku harus ‘naik kelas’, harus punya duit banyak, maka aku jadi harus seperti itu, nyari kerja di perusahaan-perusahaan yang besar dan kira-kira juga gajinya besar di atas 7. Tapi apa iya itu pilihanku? Sekarang aku ga ketrima-ketrima di perusahaan kayak gitu. Bahkan ga dipanggil-panggil juga. Apa CV-ku yang bermasalah, atau CV-ku yang emang ga cocok. Gatau. Tapi emang waktu itu pengen bisa jadi orang yang “wah”. Terlihat mahal. Dan akhirnya aku cuma capek sendiri dan merasa ga akan pernah cukup karena untuk bisa mencapai itu jelas aku harus punya duit untuk perawatan.

Tapi setelah hari ini, kayaknya, mungkin yang “wah” itu bukan aku. Tapi bukan berarti ga dandan, ga pake skincare, kucel, ga dirawat, ga keurus, wajah kusam, banyak daki /kulit mati dimana-dimana, rambut ga tertata, mulut bau, badan bau. Tetep harus dirawat dengan style sendiri sehingga badan bersih dan wangi. Pilihan gaya hidup itu ada banyak termasuk gaya berpakaian. Tetap harus segar dan kelihatan kalau mandi, dengan pakaian yang sederhana dan ga terlalu ‘bisnis’ mungkin. Contoh yang paling gampang kalo kita liat di Cottonink yang memberikan 4 style karakter. Ada Raisa, Dian Sastrowardoyo, Isyana Sarasvati, dan Vanessa Prescilla. Emang menurutku karakter dengan style yang paling cocok buatku adalah Isyana. Lebih nyaman entah mengapa. Tapi meskipun demikian aku masih sering kesusahan jika harus datang ke event-event tertentu seperti pernikahan, acara-acara resmi lainnya yang mengharuskan menggunakan pakaian “mewah”. Tetapi, sekarang style itu sudah didobrak. Tidak jarang ada orang-orang yang menggunakan sneakers untuk kondangan, pake kaos aja kemana-mana. Pun setelah aku lihat dorippu dengan stylenya juga terlihat biasa saja, tidak terlalu mewah.

Kadang aku suka merasa aku harus pake baju yang meneyesuaikan eventnya karena kalo ngga gitu pasti kelihatan gembel. Sedangkan orang yang berkulit putih kalau pake apa aja kemana aja ga terlihat gembel. Entahlah.

Jadi sepertinya tulisan ini tidak memberikan konklusi ya wkwkwk. Ya mungkin emang harus banyak belajar juga sih.

 

Semarang, 3 Desember 2018

 

Standard