News

5 Tips Survive Di Tengah Pandemic Covid-19

Halo semuanya! Sudah hampir dua bulan Indonesia kedatangan tamu yang tidak kelihatan bernama Covid-19. Gimana kabar kamu? Semoga tetap sehat dan tidak pupus harapan ya! Well, walaupun di sana sini masih ada aja yang melanggar aturan, masih ada aja pasien yang bertambah dan tenaga medis yang menjadi korban, tapi kita harus tetap semangat!

Pemerintah setiap hari selalu membuat kebijakan baru terkait adanya pandemic Covid-19. Mulai dari peraturan socal distancing, physical distancing, mencuci tangan dengan sabun, perubahan dari hanya yang sakit yang menggunakan masker sampai yang terbaru adalah semua orang menggunakan masker. Dari PSBB, karantina wilayah, KRL yang mengalami perubahan jadwal, komplek-komplek perrumahan yang di-lockdown, pasar tradisional yang mulai ditutup dan sebagainya. Diharapkan kita sebagai masyarakat yang baik bisa menaati peraturan dan kebijakannya supaya pandemic ini cepat berlalu.

Hampir 2 bulan kita #dirumahaja membuat kita berdaptasi sama hal-hal baru, seolah-olah kita membuat perilaku “normal” baru. Ada yang bisa beradaptasi, tapi ada juga yang mulai bosan dan mulai kangen untuk jalan-jalan keluar rumah. Betul gak nih? Hehehe. It’s okay. Setiap dari kita pasti kangen untuk bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi, tahan ya… Semua ini akan berlalu kok. Ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan supaya kita bisa survive di tengah pandemic Covid-19 ini.

  1. Anti nyerah, anti ngeluh, tetap bugar bergairah
    Dilansir dari bbc.com,  Tim BBC East Asia Visual Journalism, jika di Jakarta tetap hanya dilakukan social distancing (diasumsikan 3 dari 10 penduduk di Jakarta berdiam diri di rumah), puncak pandemic Corona di Jakarta baru akan terjadi di Bulan Agustus. Namun, kalau yang terjadi adalah dilakukan karantina wilayah secara masif (diasumsikan 5 dari 10 penduduk di Jakarta tidak keluar rumah dan menjaga jarak), maka puncak pandemic akan terjadi di bulan Juni. Dua-duanya sama-sama lama ya, guys? Iya banget! Makanya, dengan kita tahu kalau pandemic ini akan berlangsung lama, kita tetap harus bergairah dan jaga badan kita yah! Selalu gunakan pmasker, cuci tangan dengan sabun. Selalu berpikiran jernih dan kurangi banyak ngeluh tanpa solusi.
  2. Buat rutinitas barumu!
    Yep! Terlalu sering di rumah kadang bikin kita lupa waktu, bahkan lupa hari! Tapi di balik itu semua, kita bisa mulai rutinitas baru dengan bangun pagi langsung olahraga, bisa lebih banyak ngobrol bareng keluarga, sering berjemur, belajar masak, belajar hal-hal yang ngga pernah bisa kita lakukan ketika kita sibuk sekolah, kuliah atau kerja.
  3. Jaga kesehatan kantong
    Beberapa media sudah mengabarkan tentang pekerja yang mulai di PHK dan dirumahkan. Ada juga yang bisnisnya menurun. Dengan ini, kita juga harus was-was dan harus hidup hemat. Kita ngga tahu situasi ke depan seperti apa, maka dari itu, kesehatan kantong harus terus dijaga supaya kita tetap bisa survive sampai pandemic ini selesai. Untuk kalian yang punya rezeki lebih, bisa juga berbagi ke orang-orang sekitar baik secara langsung membagikan makanan/sembako atau apapun itu, atau bisa juga menyumbangkan sebagian yang kamu punya lewat donasi-donasi yang tersedia. Yuk, kita saling gotong royong. Kita saling membantu mulai dari diri sendiri
  4. Home Sweet Home
    Meskipun ngga bisa pulang kampung nantinya, meskipun kita ngga bisa cipika cipiki dengan orang rumah, dan ngga bisa ketemu teman-teman terdekat kita, bukan berarti kita ngga bisa menyapa mereka, ya gengs! Orang tua, saudara kandung, sepupu, paman-bibi dan kakek-nenek dan teman-teman dekat adalah orang-orang yang harus kita kontak di situasi yang tidak menentu ini. Siapa tahu mereka membutuhkan bantuan kalian. Sapaan kalian akan sangat berarti. Pun, kalian juga akan lebih ngerasa lega dan puas setelah bisa menyapa mereka. Jiwa kalian akan lebih terpuaskan, percaya deh!
  5. Ora et Labora
    Berdoa dan berusaha. Yap, selain melakukan 4 kegiatan di atas untuk bisa survive, hal yang tidak bisa kita lepas adalah berdoa. Bagaimana pun juga, apa yang terjadi sekarang pasti ada maksudnya untuk manusia. Nah, kita juga jangan lupa untuk berdoa supaya bisa mengambil hikmah dari semua yang terjadi sekarang dan mohon bantuan agar semuanya dapat terlewati dengan baik adanya.

Yap, kira-kira seperti itulah 5 tips supaya kita tetap survive di tengah pandemic Covid-19. Kalau kalian, gimana nih caranya survive ala kalian sendiri? Silakan bisa sharing ya. Semoga bisa menginspirasi dan saling menguatkan satu sama lain. Jia you!

Standard
quote

Orang baik itu biar keliatan baik ya musti keliatan. Kalo kamu baik tapi ga keliatan baik, yang tau cuma malaikat. Dan itu ga guna di dunia. Relasi antar manusia juga penting di dunia.

  • kata mas Okka
Standard
quote

Salah tuh ngga papa. Yang ga boleh tuh ngulang kesalahan yang sama. Kalo ada kesalahan diulang-ulang terus, kemungkinannya ada 2 : 1). emang suka, 2). ngga nganggep itu salah.

 

Standard
curhat

Nafsu Berkata

Aku mohon, nafsu berkata
Pergilah dan hilanglah tanpa jejak
Heran, tak henti-hentinya kau ingin keluar
Tak ada gunanya,
mencari masalah saja

Semua yang sekarang ada sudah damai
Tentram ada di suatu insan
Sudah tidak ada yang perlu untuk disemai
Tidak perlu memancing dan menciptakan amarah

Simpan dan berdoalah
Berdoalah dan yakinlah
“Semua baik”
“Semua baik
“Semua yang ada sekarang adalah baik adanya”
Tidak semua yang mengganjal perlu diungkapkan
Apalagi jika itu adalah rasa sesal

Bekasi, 21 April 2020

Selamat Hari Kartini, semuanya.

Standard
curhat

Hilda’s (Love) Story 2

Hmmm ga nyangka bahwa sekarang aku ada di tahap hidup yang sekarang ini aku jalani. Bahkan bisa nulis cerita cinta untuk yang kedua kali wkwkwkw.

Sekilas baca-baca blog di masa lalu (Hilda’s Love Story), aku makin yakin kalau emang hidup tuh terus berjalan-bergerak, pemikiran itu tidak pernah mapan. Bukan berarti pemikiran di masa lalu itu salah, tapi ya karena belum mengalami peristiwanya aja. Kalau baca tulisan-tulisan di masa lalu, rasanya makin bersyukur untuk semua peristiwa yang dialami, merasa berterimakasih untuk keluarga, teman, orang-orang, bacaan-bacaan, ilham-ilham yang berjasa untuk membuat saya tetap hidup hingga hari ini dan tetep bisa nulis blog sampai hari ini. Semoga habit ini tetap terjaga dan bisa terus aku lakukan sampai tua. Jujur penasaran sih, sampai di umur berapa nanti aku bisa hidup, nanti aku meninggalnya gimana, nanti di fase aku udah pensiun atau udah punya anak atau aku akan melajang seumur hidup, aku akan punya pikiran kayak apa.

Singkat cerita, di cerita cintaku yang pertama itu, aku bilang tentang masa-masa dimana kalo suka sama orang, aku cuma berani mendem sendiri.
Continue reading

Standard