Cerita Lawas, Literature

Awal tanpa Akhir

kalungJakarta, Februari 2004

Ketika liburan panjang tiba, sang adik yang jauh-jauh dari Kota Pelajar, Yogyakarta, datang ke rumah kakaknya dan terjadilah sedikit perbincangan dalam pertemuan singkat itu.

“Dek, ini aku kasih. Dirawat baik-baik ya, nanti kalau kita ketemu lagi Mas kasi temennya ini.”

Sang adik hanya terdiam memandangi rantai kalung tersebut. Hanya rantainya. Tak ada bandul yang menghiasi. Terlihat sangat kosong dan membosankan, tetapi sang adik langsung bergairah. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan merawat baik-baik kalung pemberian kakaknya. Ia ingin rantai kalung itu segera bertemu dengan temannya sama seperti Ia yang ingin segera bertemu kakaknya lagi, di lain kesempatan.

***

Jakarta, September 2005

Liburan datang lagi, kali ini merayakan lebaran bagi seluruh umat muslim. Sang kakak sudah tidak sabar untuk bertemu adiknya. Continue reading

Standard
Cerita Lawas, Literature

Together Forever 9A

Dibuat ketika saya duduk di kelas 9 (3 SMP, sekitar tahun 2011) guna memenuhi buku kenangan saya.

Jl. Mataram 908… Semarang… Sebuah sekolah berdiri disana… Kokoh, megah, indah… Langkah kaki terdengar memasuki sekolah tersebut. Melewati pintu gerbang, kemudian menuju ke tangga yang berada di dekat sana. Gelap, tanpa lampu, tanpa cahaya apapun. Kelas 9E, 9D, 9C, 9B dan akhirnya sampailah di depan pintu kelas 9A..

Sunyi, sepi, tampak tak berpenghuni… Gagang pintu bergerak, pintu pun terbuka… Dan… KYAAAAAA!!!! Apa-apaan ini?!! Terdapat anak-anak menggunakan seragam putih biru berlarian kesana-kemari. Ternyata mereka to anak-anak 9A??? Waoow,, tak terduga!! Ga selalu alim, disiplin, rajin, pintar, dan sederet kata lain yang berkonotasi positif. Hihi…, rame juga ya 9A? yaph!! Beginilah ASLINYA 9A, terdapat “segumpal” sifat kekanak-kanakan melekat pada tiap-tiap mekhluk di 9A (welehh..).

Fyi, 9A tuh anaknya kompak abiss lhohh.. Continue reading

Standard