poetry

Menyudahi

Aku paling takut dimusuhi
Aku paling takut orang akan jauh dari aku
Aku punya banyak kekurangan
Tapi aku harap kekuranganku itu ga menjauhkan aku dari orang yang aku sayang

Tapi apa daya
Pun aku seperti orang yang tidak kapok-kapoknya
Melakukan kesalahan bertubi-tubi
Hingga satu per satu dari orang itu menyingkir
Tidak betah
Tidak tahan

Tiada henti menyalahkan diri sendiri
Tapi sahabat bilang jangan sering menyalahkan diri sendiri
Ya sudah terima kekuranganmu itu
Akui
Terima

Mungkin kamu punya ambisi untuk memperbaiki
Tapi ternyata semakin berambisi malah semakin menjadi-jadi

Maka dari itu
Yang paling tepat yaitu menerima

Sudah cukup
Fokuskan kepada dirimu dulu
Perihal orang itu tetap membencimu
Ya sudah
Yang penting kamu memang tidak ada maksud menyakiti
Perihal orang itu menjauh darimu
Ya sudah
Yang penting kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik

Mungkin memang bukan waktunya
Mungkin memang bukan porsinya

Bekasi,
13 Agustus 2018

Standard
poetry

Melangkah ke Depan

Sudah saatnya untuk beralih dari yang dulu menjadi yang sekarang.
Tidak ada guna aku terus mengaitkan
Setiap ingatan yang membahagiakan dengan yang menyedihkan

Aku tahu kita punya banyak jejak
Jejak itu jelas tidak akan hilang
Tapi yang namanya jejak tidak akan terlihat jika tidak sengaja dilihat

Maka,
sudah saatnya tidak perlu terlalu mengingat
Terlalu mengaitkan
Perihal aku yang salah
Atau kau yang salah

Biarlah kenangan tetap menjadi kenangan
Mimpi masa lalu tetap tinggal di masa lalu
Rencana-rencana biar menjadi rencana
Album-album mini tentang kita yang indah
Biarlah tetap tinggal di sana

Yang penting kita tidak perlu lagi membuka
Tidak perlu membahas
Tidak perlu lagi menggali lebih dalam

Terimakasih untuk semua
Atas semua benturan, kasih, cercaan, canda kita bersama
Pribadi kita yang sekarang
Jelas tidak bisa dilepaskan dari pengalaman 2 tahun kita bersama
Mari kita melangkah ke depan
Kamu dengan kamu yang sekarang
Dan aku dengan aku yang sekarang

Bekasi, 5 Mei 2019
11:08 AM

Standard
poetry

Berlabuh

Sekarang saatnya untuk kita menetapkan
Cukup sudah terombang-ambing di lautan
Perahu ini bukan milik orang lain melainkan kita
Kita yang menahkodainya
Kita yang menentukan arahnya

Daratan memang belum kelihatan sekarang
Namun bukan berarti itu tidak ada
Akan ada waktunya untuk kita menemukannya
Pasti akan ada saatnya kita dapat melihatnya

Perjalanan masih panjang untuk sampai ke sana
Layar kuat dan navigasi tepat yang menjadi andalan
Pastikan layar itu tidak berlubang
Dan pastikan bahwa kita dapat mengikuti kemana angin akan membawa

Namun perlu diingat tidak semua angin membawa pada arah yang tepat
Lihatlah kompas dan telitilah
Kenali apakah angin itu membawa makin dekat atau menjauh pada daratan
Kenali dan sadarlah
Sekali lagi kenali dan sadarlah

Sekarang saatnya untuk kita menetapkan
Cukup sudah terombang ambing di lautan
Kalaupun ada angin yang datang mengacaukan
Tetap kendalikan layar dan tenanglah
Perahu ini bukan milik orang lain melainkan kita
Kita yang menahkodainya
Kita yang menentukan arahnya

Surabaya, 8 Januari 2018

Standard
poetry

Doa pada Tuan

Minum air
Makan roti
Berjalan kaki
Berkati aku, Tuan

Belajar
Bekerja
Berusaha
Lindungi aku, Tuan

Ibadah
Ikhlas
Istirahat
Tabahkan aku, Tuan

Untuk segala peristiwa
Untuk yang diharapkan maupun tidak
Semoga selalu terus berjalan
Semoga selalu semangat berusaha
Semoga selalu tabah menerima

Amin.

Standard
poetry

Antara Agustus dan September

wp-image-745794038-e1539693736660.jpg

Antara Agustus dan September
Waktu sangatlah berharga
Kesempatan bersua menjadi kesempatan yang langka
Tidak dapat diperhitungkan, tidak dapat dinilai harganya

Antara Agustus dan September
Terimakasih kepada semeseta,
Terimakasih atas cuaca yg bersahabat, Terimakasih atas waktu yg masih ada

Antara Agustus dan September
Kami bersyukur masih dapat saling bertatap muka
Di bulan antara ini,
Kami bersyukur,
Karena kami bukan lagi antara sepasang tatapan mata dengan layar gawai,
Tetapi antara tatapan sepasang mata dengan sepasang mata lainnya

Semarang, 3 September 2017
Tulisan atas kebahagiaan setelah akhirnya berjumpa. Semoga dilanggengkan kalau memang yang terbaik demikian.

Standard