curhat

Hidup yang dimimpikan

Kalau membicarakan hidup yang diinginkan, aku ingin bisa hidup masih tetap di Indonesia, tepatnya kalau bisa sih di Jogja, tempat aku lahir. Mengapa Jogja? Karena merasa lebih intim dan kehidupan lebih bisa tertata (kayaknya sih). Walaupun mungkin Jogja akan jauh dari mall-mall, jauh dari konser-konser mewah dan resital-resital, tapi entah gatau pengennya ke sana. Atau, kalau pun ga bisa ke sana, kalau harus di Jabodetabek, hmmmm aku belum ada gambaran sih dimana wkwkwkwk.

Setelah kota yang dituju, mari kita membicarakan soal profesi. Soal profesi ini, sebenernya pengen yang kerjanya stabil dan ada pemasukan tiap bulan, yang mana itu berarti jadi karyawan atau istilahnya mengabdi pada orang lain atau perusahaan. Kenapa aku pengennya yang kerjanya stabil ada pemasukan tiap bulan?
Continue reading

Standard
News

I keep praying to meet someone as true-hearted as you and will believe, trust and respect him for every action that he will do to me.

You are a caring person and you deserve better 🙂

Standard
News

Homo Economicus Masa Covid-19

Kamis, 11 Juni 2020.

Pagi itu setelah naik shuttle bus untuk berangkat ke kantor, aku dan temanku order mobil ojek online. Seperti biasa, aku konfirmasi dulu apakah benar nama yang nyetir sesuai sama di aplikasinya, dan juga memberi salam “selamat pagi”. Tapi, untuk di hari ini, terasa sekali bahwa bapaknya yang nyetir doyan banget ngobrol. Dan betul, perjalanan kurang lebih 3 KM dihabiskan dengan ngomong soal Covid-19, pekerjaan, makan, uang. Semua jelas berkaitan. Awalnya ngomongin soal jalanan yang udah ramai padahal lagi Covid-19. Tapi ya okelah at least semua perdagangan bisa jalan. Orang bisa cari uang. Si bapak bilang, kalau orang ga punya uang, mau makan apa kita? Apa-apa butuh uang. Beli sabun aja pake uang. Kalau ga punya uang kita mati. Kalau ada Corona, belum tentu kita mati.
Continue reading

Standard
News

Kotak Terkubur

Kotak yang telah dikubur dalam itu
Ternyata masih bergetar
Mengundang-undang untuk di buka
Penutupnya ternyata tidak terlalu rapat
Kuncinya pun sudah rapuh

Akhirnya apa yang ada di dalamnya keluar

Ia berisi: rasa bersalah

Standard